Semalam
aku lihat anak-anak ku rakus
apa tah lagi sekolahnya
ada rupa, ada cara
.... begitu pedih sekali.
Malamnya - gelap
aku lihat anak-anak ku.... rakus
jelas mataku terpandang
mereka mandi
amanat guru tidak dijaga.
Bila ku tertidur
memang dengkurku.... keletihan
lantaran anak-anakku....
Anak Gayung
turun kegelanggang
bercampur-aduk
katanya aku yang ajar
aku yang beri pengakuan
membunuh diri sendiri
mimpi sedih ku malam itu
pada anak-anak 'serpihan'
mengobah namaku
kau sandarkan adatku
Kau pakai ganggu yang asal
anak-anakku.... rakus
pecah-belahkan kendi
dan kemana perginya
sedarah sedaging
tidak sepermainan lagi
Amanat guru tidak dijaga.
Esuk.... anakku!
dua sinar mata ini
akan terus terbuka luas
dan tingkah anak-anak ku
nun dicelah-celan
kesenambungan
Air kuning,
jangan sampai air mataku
mengalir lesu
lambat laun kita kan bertemu
amat guru tidak dijaga.
Sajak dicipta/dihasilkan oleh:
Allahyarham Dato' Meor Abdul Rahman DPCM
(Dato' Paduka Chura Simanjakini)
